Kamis, 30 Juli 2020
Remake Soundtrack Drakor yang Kece
Minggu, 26 Juli 2020
Adegan Klise yang Tetap Ada di Hati
(Sumber gambar: idntimes)
Assalamu'alaikum... Annyeong chingudeul. Tak terasa sudah masuk ke akhir bulan Juli, bersiap menyambut awal Agustus. Tak terasa juga sudah masuk topik 19 dalam topik menulis kokoriyaan. Sepertinya bahasannya akan mirip dengan tulisan saya sebelumnya.
Topik kali ini tentang klise. Berdasarkan laman wikipedia, klise adalah ide atau gagasan yang terlalu sering digunakan sehingga makna aslinya memudar, bahkan bisa jadi menyebalkan. Apakah ada scene klise dalam drakor? Oh, ya, ada.
Karena perbedaan ketertarikan orang, scene klise ini walau pun klise, walaupun sudah sering bahkan sangat sering dipakai, tetap ada peminatnya.
Sebagai penyuka drama korea bergenre romance komedi, beberapa scene klise yang masih terngiang dalam benak saya ada beberapa:
1. Benci jadi cinta
Jalan cerita dari benci jadi cinta sudah sangat sering dipakai. Boys before flowers, full house, what's wrong with secretary Kim, Princess hours, itu hanya sedikit contoh judul drama yang bermula dari benci jadi cinta.
Jalan cerita ini banyak dipilih mungkin karena ada perubahan emosi yang dialami para tokoh utama. Yang tadinya tak suka bertemu dengannya, selalu bermasalah dengannya, terbiasa dengannya, sampai akhirnya merasa kehilangan kala tak jumpa dirinya.
2. Perebutan tokoh utama oleh beberapa orang
Namanya drama, jalan cerita akan dibuat sedemikian hingga agar bisa mengocok perasaan penontonnya. Termasuk melalui perebutan tokoh utama. Seringnya sang female lead direbutkan oleh dua orang lelaki, bahkan bisa jadi lebih. Seperti drama yang sedang saya ikuti "Was it Love", sang female lead direbutkan oleh empat orang lelaki. Drama lainnya ada Backstreet Rookie (Saet Byul yang direbutkan oleh pak Choi dan Ji Wook), Men are Men, Psycho but it's Ok, Dinner Mate, Hospital playlist, dan lainnya.
Jalan cerita ini digandrungi para penonton apalagi perempuan, karena merasa berharga, diperjuangkan, loveable juga sepertinya. Hehe.
3. Adegan saling pandang yang bikin salah tingkah
Ada berbagai tipe adegan saling pandang yang bikin rasa bergelora di dada. Saling pandang setelah salah satu tokoh utama ditarik tangannya karena hampir tertabrak. Kalau yang ini, biasanya plus pelukan juga.
Kedua, adegan saling pandang saat bangun tidur berhadapan. Entah ceritanya mereka tidur sekamar tapi beda bantal dan kasur. Entah ceritanya mereka tidur satu kasur beda bantal. Atau tidur di meja dan terbangun dengan saling memandang. Ada yang pas bangun langsung salah tingkah, biasanya kalau begini sih ikatannya belum sah gtu. Tapi, ada juga yang pas bangun dan saling pandang langsung senyum-senyum, peluk-peluk, elus rambut. Nah kalau ada adegan ini biasanya udah sah hubungannya.
Ketiga, adegan saling pandang saat menarik tangan atau tas. Adegan ini saya ingat sekali di drama extraordinary you. Saat Dan Oh fokus dengan jamnya, tiba-tiba Haroo menarik tasnya, dan mereka pun saling pandang. Bip bip bip bip bip. Yak, pandangan ini sukses membuat heart rate Dan Oh menaik. Tak hanya Dan Oh, penonton pun ikut deg degan dibuatnya.
4. Adegan make over
Cantik atau ganteng, mau diakui atau tidak, jadi salah satu standar sukses jaman now. Daaan perempuan mana yang tak mau terlihat cantik? Semua perempuan pasti ingin terlihat cantik. Nah, dalam drama, adegan make over sering muncul. Biasanya awalnya, salah satu pemainnya berkarakter sederhana, bersahaja, dan biasa saja, atau bahkan terkategori cupu dan kampungan. Di make over lah si dia dari bebek menjadi angsa yang jelita. Yang membuat lawan mainnya terpesona sampai menganga atau tak kicep mata. Hehe.
5. Adegan nonton bareng
Masa PDKT atau bahkan masa sah nya ikatan hubungan duo sejoli dalam drama biasanya suka dihiasi adegan nonton bioskop bareng. Ada yang romantis saat menonton. Tiba-tiba tangannya bersentuhan saat makan pop corn bareng. Atau malah tertidur di pundak si dia. Atau atau salah satu dari mereka ada yang justru fokus sama pasangannya, terpesona gtu. Kayak Yeon Woo sama Ae Jong di Was It Love.
Tapi, ada lho yang justru jadi kocak. Seperti adegan nonton bioskopnya Eun Tak dan Pak Goblin. Pak Goblin malah heboh sendiri karena ketakutan sama zombi. Padahal doi yang main di film zombie itu. Wkwkwkwk.
Apalagi ya? Banyaklah adegan klise dalam drama, akan panjang sekali kalau saya bahas semua disini. Lebih enak tonton sendiri.
Tapi, kalau bahas mana yang saya suka?
Semuanya saya suka sih, asal endingnya ada yang bikin ketawa gtu. Ya kayak adegan nonton bioskopnya Eun Tak dan Kim Shin itu. Kan bodor. Jadi ga giung gtu. Klau sweet sweet terus kan giung. Hehe
Nah, sekian cerita adegan klise drakor ala saya. Yuk simak cerita tentang adegan klise drakor ala teman-teman saya.
Selasa, 21 Juli 2020
Drama Kehidupanku Mirip Drama Korea Lho
Jumat, 17 Juli 2020
First or Last Love?
Senin, 13 Juli 2020
You Complete Me
Yuhuu.. Assalamu'alaikum...Annyeong chingudeul.. Gimana kabarnya hari ini? Mamak lyfe mencoba mencari me time yang produktif dengan menulis kokoriyaan. Sedikit menghirup udara segar dibalik ke hectic an sehari-hari. Jadi curcol begini.
Yap, balik lagi, sekarang masuk ke tema ke lima belas. Apakah itu? Tentang drama on going atau completed.
Baiklah sebelum membahas tentang drama on going atau complete, saya mau sedikit mereview tentang drama korea. Sebagaimana yang saya dan chingudeul tahu bahwa drama korea ini mengandung umpan, eaa. Mengandung sesuatu yang berbeda dari drama sinetron Indonesia atau drama asia lainnya.
Ibarat masakan, ada bumbu rahasia. Yang setiap kita menyuapkan ke dalam mulut, berbagai rasa meledak memenuhi rongga mulut. Ada rasa haru hingga berlinang air mata, ada senyum hingga derai tawa, ada juga ke uwuan yang membuat kabita.
Sensasi ini sering datang kala menikmati drama korea, genre apapun itu. Ditambah lagi, tak cuma rasa, penampakannya pun sungguh menggoda. Bahan premium gtu. Maka, banyak yang kabita, banyak yang halu memilikinya. Menyematkan tanda, "suamiku", "istriku", atau "pacarku".
Nah, nah, paket komplit ini, sering memberikan candu bagi para penikmatnya. Setelah menonton satu episode, ingin segera tahu kelanjutan jalan ceritanya. Apalagi drama korea cakep banget motongin adegannya. Bikin penasaran selalu. Mending kalau bisa puas dengan preview. Kalau ga? Selamat menikmati rasa penasaran selama seminggu ke depan. Hehe.
Buat saya, tergantung mood saya mau pilih drama on going atau yang sudah selesai. Seringnya sih ga sabaran ingin tahu jalan cerita selanjutnya. Gimana ya? Apa maksudnya itu? Kenapa begitu? Jadi siapa? Saya akan dihantui pertanyaan-pertanyaan semacam itu kalau saya nekat nonton drama on going. Wkwk. Jadi, pilih nonton yang complete dong? Ga juga. Haha. Tergantung pemerannya, jalan ceritanya. Saya masih mengikuti drama on going, dan untuk meredam rasa penasaran saya, saya bisa menonton drama on going yang lain atau drama complete.
Yang harus saya hindari saat menonton drama complete adalah marathon nonton. Saya pernah tidur setelah sholat subuh. Bangun siang bersama anak-anak. Parah lah. Astagfirullah. Untung kalau suami wfh. Lah, kalau harus ke kantor, saya bisa melalaikan kewajiban mempersiapkan perbekalannya ke kantor.
Dan kurang tidur itu bikin sumbu emosi saya memendek. Meledak-ledak seharian. Tidak untuk ditiru ya chingudeul.
Ini jawaban dari saya yang ga jelas jawabannya apa antara drama on going atau drama complete. Ambil yang baiknya, buang yang tak baiknya.
Selasa, 07 Juli 2020
Empat Alasan Menonton Ulang Drakor
Rabu, 01 Juli 2020
Fungsi Adik untuk Kakak
Jumat, 19 Juni 2020
Efek Jadi Drakorian
Selasa, 16 Juni 2020
Nay to Watch
Minggu, 14 Juni 2020
My Drakor List
Selasa, 09 Juni 2020
Ku Suka Drakor Genre...
Hidup kita sudah cukup rumit, penuh masalah, dan sedih, makanya saya pilih-pilih untuk genre drakor atau film sebagai tontonan hiburan.
Bukan cuma itu saja, saya termasuk yang baperan. Kalau menangis karena tontonan saya akan total menangis. Sampai mata bengkak seharian.
Kalau saya kesal atau marah karena tontonan, orang lain pun akan kena dampaknya. Astagfirullah. Saking begitu menghayatinya saya menonton.
Karena saya kenal karakter saya yang seperti ini. Saya akhirnya lebih memilih genre aman. Genre yang ga akan membuat mata saya bengkak. Kalau pun menangis, menangis karena tertawa terpingkal-pingkal. Genre yang ga akan membuat saya marah-marah, justru jadi tambah bahan untuk bercanda.
1. Genre Komedi
Genre komedi menempati urutan pertama saat saya akan menonton. Tapi, ga ada kan drama atau film yang pure komedi. Jadi, biasanya saya pilih drama romcom atau romance comedy, atau yang bertema keluarga atau persahabatan.
Beberapa drama yang membuat saya jatuh hati dan bisa teman-teman coba tonton:
Hospital Playlist
Drama yang baru saja tamat, Hospital Playlist. Drama paket komplit yang isinya tentang persahabatan, keluarga, juga komedi. Dan akhirnya saya pun jadi salah satu fans nya dokter Ikjun. Dokter yang sangat akrab dengan anaknya. Sangat akrab dengan teman-temannya. Dan sering melakukan hal gila yang mengundang gelak tawa. Nut Job Ik Jun
Waikiki
Drama ini sukses membuat saya tertawa di setiap episodenya. Ada saja kelucuan dan keanehan yang dibuat oleh para pemainnya. Ekspresinya pun patut diacungi jempol. Sampai dibuat seasons 2 nya. Walau saya baru menonton potongan season 2 nya saja, tapi saya ikut tertawa saat melihatnya. Hehe
Extraordinary You
Drama 'aneh' dengan jalan cerita yang baru untuk saya. Masuk ke genre fantasy juga. Tapi, yang membuat saya sangat tertarik untuk mengikuti drama ini. Sampai rela bangun pagi saat orang-orang masih terlelap, adalah karena ekspresi Eun Dan Oh. Ekspresif sekali. Saat dia bingung. Saat dia kepedean karena menyangka dirinya tokoh utama dalam cerita. Ekspresi dan aktingnya sungguh menarik saya untuk menontonnya dan menikmati drama ini tanpa skip. Daebak! Walau ratingnya tak begitu Bagus.
Dan masih banyak drama komedi lainnya.
2. Genre Fantasy
Imajinasi, fantasy membebaskan cerita mengalir, walau tak masuk akal. Ya, karena fantasy. Sah-sah saja dong. Saya suka genre fantasy apalagi tema time travel. Kembali ke masa lalu, mengubah beberapa kejadian. Atau bahkan kembali ke masa sejarah.
Seperti drama Go back couple, My familiar wife, yang kembali ke masa lalu untuk mengubah jalan cerita hidupnya. Atau scarlet heart ryeo, cerita tentang IU yang pergi ke jaman sejarah. Atau Faith, dokter yang diculik untuk menjadi 'dukun' di masa sejarah.
Entah kenapa, suka saja melihat cerita time travel seperti ini. Senang dengan momen pemainnya bisa memprediksi peristiwa. Senang dengan momen proses adaptasi para pemainnya di kehidupan yang ia datangi. Senang dengan ekspresi aneh dan bingung dengan kebiasaan yang dibawa oleh pemain dari masa sekarang ke masa yang ia datangi. Wow gtu.
3. Genre Sejarah (Sageuk)
Sageuk jadi list genre selanjutnya. Padahal isi ceritanya biasanya lebih rumit, penuh intrik kekuasaan, politik. Tapi, seru. Saya menikmati menonton Dae Jang Geum walau episodenya sangat panjang. Saya juga menikmati menonton Queen of Seondok. Walau isinya tentang revolusi, politik dan episodenya juga panjang, lebih dari 16 atau 24 episode.
Bahkan kini saya 'tersesat' ke drama sejarah Cina. Saya akan bahas bedanya drama sejarah Korea dan Cina ditulisan yang lain.
Tapi, yang membuat saya senang dengan sageuk salah satunya adalah pakaian. Saya senang sekali melihat pakaian di jaman kerajaan. Untuk saya, pakaian kerajaan membuat mereka terlihat lebih cantik, anggun untuk aktrisnya. Dan membuat para aktornya terlihat lebih gagah, maco gtu. Selain tentu, pakaian jaman kerajaan jauh lebih sopan dari pakaian jaman sekarang di Korea sana. Ups, sorry.
Terkadang, saya suka menjadikan pakaian mereka sebagai inspirasi untuk saya membuat gamis. Gamis ala handbok yang manis.
4. Genre Romance
Romance tak bisa dipisahkan dari drakor. Banyak yang halu dengan cerita drakor saking bagusnya pengemasan cerita sehingga seolah nyata padahal hanya sebatas layar kaca. Romance dalam drakor pun ada levelnya. Ada level full of romance, ada juga yang tak begitu fokus pada romance, ada yang hanya menjadikan romance sebagai selingan.
Untuk yang full romance, cerita akan berfokus pada kisah percintaan para tokoh utama dan pendukung. Diselingi dengan masalah atau konflik yang ada. Begitu pun dengan level di bawahnya, fokus percintaan akan berkurang tak sebanyak yang full romance. Para pemain dibuat sibuk mengurusi masalah yang ada, bukan kisah cintanya. Apalagi yang menjadikan romance hanya sebagai selingan. Seperti drakor Terus Behind Me, atau Ghost aka Phantom. Walau ada bumbu romancenya, tapi lebih banyak adegan para aktor yang sibuk menyelesaikan masalah.
Banyak ternyata genre drakor yang saya sukai. Tapi, apapun genrenya, kita punya alasan masing-masing.
Kalau kamu tim nonton drakor genre apa nih?



























