Tampilkan postingan dengan label kdrama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kdrama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2020

Remake Soundtrack Drakor yang Kece



(Asian wiki) 

Oh my life, is changing everyday
In every possible way


Assalamu'alaikum.. Annyeong chingudeul. Coba tebak, yang suka lagu jadul awal tahun 2000an tahukah itu lagu siapa? 

Yap, itu lagu cranberries yang judulnya Dreams. Kenapa tiba-tiba bahas lagu jadul? Karena soundtrack drama korea yang berjudul Was It Love. Saya menonton drama ini karena ada Ji Hyo noona. Saya termasuk fansnya di Running Man. Jalan ceritanya pun saya suka. Perempuan yang direbutkan. Wkwkwk. 

Nah, saat saya menonton drama ini, seperti drakor lainnya, pasti ada backsound atau soundtrack yang mengiringi. Salah satunya lagu dari cranberries ini. 

Awalnya, saya hanya ngeuh kalau ini lagu jadul. Karena memang alur ceritanya maju mundur. Saat mundur, mereka ada pada setting tahun awal 2000an, sang female lead senang dengan lagu rock barat ini. Dia bahkan berbagi earphone dengan Yeon Woo sambil mendengar lagu ini. 

Saya tertantang menemukan judul lagu ini. Awalnya saya hanya punya clue ini lagu jadul. Beberapa kali mendengar sambil menonton dramanya, lantas terpikir kalau ini seperti lagunya Cranberries. Sampai berdiskusi dengan suami yang sama-sama suka lagu jadul. Tapi, liriknya kok Korea ya? 

Karena penasaran, akhirnya buka youtube dan mengetik "soundtrack was it love". Saya lalu memilih Lee Ba Da - Dreams Ost part 1 Was It Love. Saat saya mendengarnya, saya masih beranggapan bahwa saya salah mengingat kalau ini lagu Cranberries. Saya baca juga arti dari lirik lagunya. Tapi, gaes, di bagian bawah video yang saya putar ada lagu Cranberries dengan judul 'Dreams' sama seperti judul lagu Lee Ba Da yang sedang saya putar. Langsunglah saya putar lagu Cranberriesnya. Dan 'Aha', tuh kaaan, bener kaan ini lagu Cranberries. Mendengar versi aslinya sangat nostalgia. Berasa kembali ke tahun 2000an. 

Tapi, saya sangat sangat mengapresiasi tim produksi drama korea, kali ini drama Was It Love, yang bahkan menyanyikan ulang lagu hits pada masanya dengan lirik korea. Jiwa halyu-isme, korea-ismenya keren. Salut. Dan walau dinyanyikan ulang dengan bahasa Korea, tetap ada bedanya, tak sama persis. Lirik lagunya pun mirip, tapi tetap menyisipkan perbedaan. Penyanyinya pun mengikuti gaya menyanyi vocalis Cranberries dengan gayanya sendiri. And i love it. 

Keren gaes, betapa menyanyikan ulang lagu pun tidak pek ketiplek sama persis. Mereka serius berpikir, walau dinyanyikan ulang dan ditranslasi dengan lagu nasional mereka, tapi taste asli Cranberriesnya tetap ada. Kasarnya mah nyontek pun berkelas gtu. 


Penasaran? Coba dengerin lagu Dreams versi Lee Ba Da ini. 




Minggu, 26 Juli 2020

Adegan Klise yang Tetap Ada di Hati



(Sumber gambar: idntimes)


Assalamu'alaikum... Annyeong chingudeul. Tak terasa sudah masuk ke akhir bulan Juli, bersiap menyambut awal Agustus. Tak terasa juga sudah masuk topik 19 dalam topik menulis kokoriyaan. Sepertinya bahasannya akan mirip dengan tulisan saya sebelumnya.


Topik kali ini tentang klise. Berdasarkan laman wikipedia, klise adalah ide atau gagasan yang terlalu sering digunakan sehingga makna aslinya memudar, bahkan bisa jadi menyebalkan. Apakah ada scene klise dalam drakor? Oh, ya, ada. 


Karena perbedaan ketertarikan orang, scene klise ini walau pun klise, walaupun sudah sering bahkan sangat sering dipakai, tetap ada peminatnya.


Sebagai penyuka drama korea bergenre romance komedi, beberapa scene klise yang masih terngiang dalam benak saya ada beberapa:


1. Benci jadi cinta




Jalan cerita dari benci jadi cinta sudah sangat sering dipakai. Boys before flowers, full house, what's wrong with secretary Kim, Princess hours, itu hanya sedikit contoh judul drama yang bermula dari benci jadi cinta. 


Jalan cerita ini banyak dipilih mungkin karena ada perubahan emosi yang dialami para tokoh utama. Yang tadinya tak suka bertemu dengannya, selalu bermasalah dengannya, terbiasa dengannya, sampai akhirnya merasa kehilangan kala tak jumpa dirinya. 


2. Perebutan tokoh utama oleh beberapa orang 


Namanya drama, jalan cerita akan dibuat sedemikian hingga agar bisa mengocok perasaan penontonnya. Termasuk melalui perebutan tokoh utama. Seringnya sang female lead direbutkan oleh dua orang lelaki, bahkan bisa jadi lebih. Seperti drama yang sedang saya ikuti "Was it Love", sang female lead direbutkan oleh empat orang lelaki. Drama lainnya ada Backstreet Rookie (Saet Byul yang direbutkan oleh pak Choi dan Ji Wook), Men are Men, Psycho but it's Ok, Dinner Mate, Hospital playlist, dan lainnya. 


Jalan cerita ini digandrungi para penonton apalagi perempuan, karena merasa berharga, diperjuangkan, loveable juga sepertinya. Hehe. 


3. Adegan saling pandang yang bikin salah tingkah


Ada berbagai tipe adegan saling pandang yang bikin rasa bergelora di dada. Saling pandang setelah salah satu tokoh utama ditarik tangannya karena hampir tertabrak. Kalau yang ini, biasanya plus pelukan juga. 


Kedua, adegan saling pandang saat bangun tidur berhadapan. Entah ceritanya mereka tidur sekamar tapi beda bantal dan kasur. Entah ceritanya mereka tidur satu kasur beda bantal. Atau tidur di meja dan terbangun dengan saling memandang. Ada yang pas bangun langsung salah tingkah, biasanya kalau begini sih ikatannya belum sah gtu. Tapi, ada juga yang pas bangun dan saling pandang langsung senyum-senyum, peluk-peluk, elus rambut. Nah kalau ada adegan ini biasanya udah sah hubungannya. 


Ketiga, adegan saling pandang saat menarik tangan atau tas. Adegan ini saya ingat sekali di drama extraordinary you. Saat Dan Oh fokus dengan jamnya, tiba-tiba Haroo menarik tasnya, dan mereka pun saling pandang. Bip bip bip bip bip. Yak, pandangan ini sukses membuat heart rate Dan Oh menaik. Tak hanya Dan Oh, penonton pun ikut deg degan dibuatnya. 


4. Adegan make over


Cantik atau ganteng, mau diakui atau tidak, jadi salah satu standar sukses jaman now. Daaan perempuan mana yang tak mau terlihat cantik? Semua perempuan pasti ingin terlihat cantik. Nah, dalam drama, adegan make over sering muncul. Biasanya awalnya, salah satu pemainnya berkarakter sederhana, bersahaja, dan biasa saja, atau bahkan terkategori cupu dan kampungan. Di make over lah si dia dari bebek menjadi angsa yang jelita. Yang membuat lawan mainnya terpesona sampai menganga atau tak kicep mata. Hehe. 


5. Adegan nonton bareng 


Masa PDKT atau bahkan masa sah nya ikatan hubungan duo sejoli dalam drama biasanya suka dihiasi adegan nonton bioskop bareng. Ada yang romantis saat menonton. Tiba-tiba tangannya bersentuhan saat makan pop corn bareng. Atau malah tertidur di pundak si dia. Atau atau salah satu dari mereka ada yang justru fokus sama pasangannya, terpesona gtu. Kayak Yeon Woo sama Ae Jong di Was It Love. 


Tapi, ada lho yang justru jadi kocak. Seperti adegan nonton bioskopnya Eun Tak dan Pak Goblin. Pak Goblin malah heboh sendiri karena ketakutan sama zombi. Padahal doi yang main di film zombie itu. Wkwkwkwk. 


Apalagi ya? Banyaklah adegan klise dalam drama, akan panjang sekali kalau saya bahas semua disini. Lebih enak tonton sendiri. 


Tapi, kalau bahas mana yang saya suka? 


(Adegan epik pak Goblin lagi nonton film sendiri)
Sumber gambar: idntimes


Semuanya saya suka sih, asal endingnya ada yang bikin ketawa gtu. Ya kayak adegan nonton bioskopnya Eun Tak dan Kim Shin itu. Kan bodor. Jadi ga giung gtu. Klau sweet sweet terus kan giung. Hehe


Nah, sekian cerita adegan klise drakor ala saya. Yuk simak cerita tentang adegan klise drakor ala teman-teman saya. 






Selasa, 21 Juli 2020

Drama Kehidupanku Mirip Drama Korea Lho


(Sumber gambar: idntimes) 

Assalamu'alaikum.. Annyeong chingudeul. Ditengah hiruk pikuk kehidupan pandemi memasuki masa sekolah, semoga kita tetap strong dan waras ya. 

Berbagai drama datang silih berganti. Tamat satu, muncul yang lain. Gtu juga dengan kehidupan bukan? Selesai episode ini lanjut episode yang lain. 

Nah, dari semua adegan yang ada di drakor ada lhoo adegan favorit netijen, yang bikin dugun dugun, deg degan bergetar-getar. 

Adegan-adegan ga sengaja yang membuat mata saling memandang atau skinship tipis-tipis. Ada beberapa adegan yang saya ingat. 

1. Adegan perempuan dan laki-laki yang sedang naik kendaraan umum. 
Bisa jadi ceritanya dua insan ini berdiri berdampingan karena tidak dapat tempat duduk. Apek teh, tiba-tiba, busnya berhenti, jadilah sang perempuan hampir terjatuh. Dan sang lelaki dengan sigap menangkapnya agar tidak jatuh. Mata pun saling memandang. Jeng jeng. Biasanya ini jadi adegan opening yang membuat kesan pertama saat jumpa dirinya. 

Atau bisa jadi dua insan ini sudah saling kenal. Lalu terjebak dalam kendaraan umum yang sedang penuh. Khawatir sang perempuan dilecehkan atau tergencet penumpang yang lain, sang lelaki melindunginya dengan menjadikan tubuhnya tameng bagi penumpang yang lain. 

Atau atau bisa juga sepasang insan ini sedang naik kendaraan bersama, duduk berdampingan. Tiba-tiba salah satu dari mereka kelelahan dan tertidur di pundak yang lainnya. 

2. Adegan di perpustakaan. 
Ceritanya sang perempuan dan laki-laki sedang mencari buku di antara rak yang ada. Lalu mereka pun tak sengaja saling memandang diantara celah rak buku yang kosong. Tatapan mata yang jadi kesan pertama jumpa juga. 

Atau bisa jadi sang perempuan terlalu pendek untuk mengambil buku, berjinjitlah ia. Tiba-tiba, tangan panjang sang lelaki membantunya mengambilkan buku dari rak buku yang tinggi. Dugun-dugunlah sang perempuan yang diapit tubuh lelaki itu. 

Atau bisa jadi sang perempuan mempunyai secret admirer, yang selalu memperhatikan ketika di perpustakaan. Menyediakannya tempat duduk, tanpa ia sadari. 

3. Adegan kala hujan. 
Adegan hujan bukan hanya milik bollywood, dengan lagu dan tariannya. Adegan hujan juga banyak dipakai di drama korea. 

Kala hujan datang mengguyur, sang perempuan lupa membawa payung. Akhirnya, ia berniat tuk berlari menerobos hujan yang datang. Tapi, tiba-tiba ada sebuah payung yang menaunginya. Itulah sang lelaki dengan payungnya. 

Atau saat hujan, justru sang perempuan dan lelaki ini sama-sama tak membawa payung. Akhirnya, dikibarkanlah jaket sang lelaki tuk menaungi dirinya dan sang perempuan agar tak kehujanan. Backsoundnya lagu you to me, me to you nya Classic.😆

4. Adegan boncengan. 
Ga semua para pemain naik bus atau kereta. Ada saatnya mereka naik kendaraan roda dua. Bukan roda tiga, itu mah becak. 😅
Bisa jadi kendaraan itu jenis sepeda, atau sepeda motor. Nah, biasanya yang bikin dugun-dugun tu kalau akang nya bilang. "Pegangan ya". Lalu lalu, teteh pun melingkarkan tangannya di pinggang. Wush, sepeda pun melaju kencang, dihiasi background kembang bertaburan. 

Atau, pas udah melingkarkan tangan di pinggang, ternyata anginnya kencang, dingin menyapa. Si aa pun menggenggam tangan si teteh dan memasukkan ke dalam saku jaketnya. Lalu bersabda, "Biar ga dingin, neng". Uhuy. 😆

5. Adegan takdir. 
Hihi, maksudnya gimana nih? Maksudnya adegan takdir tu, berkali-kali ketemu, eh lu lagi lu lagi. Kaya dinner mate kemarin, si akang ketemu terus sama si tetehnya. Lalu, mulailah tumbuh benih-benih rasa. 

Atau atau, saat bertemu dan menjalin rasa ternyata si akang dan si teteh pernah jumpa dulu sekali. Terpisah bertahun lamanya, dipertemukan menjadi dua sejoli. Uwu. 

Adegan apalagi ya? Ada banyak sekali adegan drama korea yang bikin penonton uwu uwu, meleleh, atau heboh sendiri. Nah nah, taukah, walau ini cuma adegan dalam drama, ada lho adegan yang emang kejadian di kehidupan nyata. Termasuk dalam drama kehidupan saya. Cik tebak, saya pernah ngalamin yang mana. 😁

Dari pada lama main tebak-tebakan, saya kasih tau ajalah ya. Saya pernah mengalami adegan no 4 dan 5, mirip dikitlah ya. Cocokologi ceritanya. 

Buat adegan boncengan, saya dan si dia pertama kali boncengan, lalu lalu si akang bilang, "Pegangan ya". Lalu lalu, karena kami momotorannya malem-malem, ga pakai sarung tangan pula. Pas di lampu merah, si akang pegang tangan saya. (Saya masih ketawa ketiwi sendiri inget ini) 😆😅. Lalu diapun berkata, "Dingin neng, masukin ke saku ya". Eaaa... Tambah peluk deh. Kami pun meluncur ke restoran fast food yang menyediakan mcflurry. 

Tenang chingudeul, itu adegan saat saya dan si dia setelah akad dan walimah, alias sudah sah. Sebelumnya mah, beuh boro-boro, pas akad masang cincin aja keringet dingin ngucur, ngaderegdeg, tangan dingin seketika. Wkwkwk. Yup, saya pun ditertawakan para penonton. 

Next, adegan no. 5, adegan takdir. Jadi ceritanya, pak suami ku ini ternyata kakak tingkatku di sekolah menengah atas. Rumahnya pun tak jauh dari tempatku mengajar. Jadi, berpeluang besar saling melewati. Sayangnya, drama kehidupan ini bukan drama korea yang bisa di play back tuk dizoom in pas saling melewati. Hehe.

Ok sekian buka curhatnya. Mari kita simak tulisan kece teman-teman saya lainnya. 



1. Dey- Moon Gang Tae Si Tokoh Suamiable

2. Ima - Mengenang Momen dalam Umbrella Scene

3. RaniRTyas - Antara Al Banat dan Belle Epoque

4. Rijo - kisah cinta dalam drama memang jauh berbeda dari Kenyataan

5. Asri - Dunia Kita Tidak Jauh Berbeda Dengan Dunia Komik

6. Gita - Cemburunya Kakak Beradik

7. Dwi - Her Private Life, My Dejavu

8. Nas -  Genggaman Tangan



Jumat, 17 Juli 2020

First or Last Love?



Assalamu'alaikum.. Annyeong chingudeul. Di tengah cuaca Bandung yang kian dingin. Mari kita hangatkan hari kita dengan obrolan cantik disini. 

Tak terasa sudah masuk ke topik 16 kokoriyaan. Sudah setengah jalan dari target 30 topiknya. Yeay.!! Hip hip hooray! 

Baiklah, kali ini saya akan bahas tentang tema percintaan dalam drama korea. Yang kita tahu dan pahami bersama dalam drama korea itu hampir selalu ada tema percintaan, betul apa betul? Mau percintaan dengan intensitas rendah sampai tinggi juga ada. 

Karena tema inilah yang membuat hati bergetar, bahkan itu baper, atau malah sekarat melihat ke-uwu-an para pemainnya. 😅😆

Namanya drama ya, pasti ada lika-likunya. Kalau lempeng aja, satu episode juga tamat mereun ya. 

Lika-liku ini yang membuat penonton seperti naik roller coaster oleh jalan cerita. Kadang hepi, kadang gemas, kadang kesel. Semuanya campur aduk. 

Dan ternyataa, lumayan banyak drama korea yang punya plot twist first love. Cerita dua insan jatuh Cinta, yang ternyata nun jauh sebelumnya, kebanyakan sih pas masa kecilnya. Ternyata mereka itu teman, atau emang naksir. (Bocah yaak) 

Seingat saya, drama What's wrong with secretary Kim bahkan It's Okay to Be Not Okay yang sedang airing pun bertema ini. 

Anak kecil yang terpisahkan kemudian bertemu setelah dewasa dan akhirnya jatuuuh Cinta. Tentu tak mulus, ada konflik a, b, c sampai z dihadirkan sampai akhirnya bisa melengkapi 16 episode atau 32 episodenya. So sweet bukan? Takdir mempertemukan kembali insan yang sudah terpisah puluhan tahun. 

Tapi, tak semua drakor dengan peran first love begitu sweet. Ada juga yang bikin sakit hati atau sebal dan benci. Seperti Dinner Mate yang baru saja tamat. Para mantannya dilaknat netizen dan netizah. Karena begitu mengesalkan. Tapi, di drama Extraordinary You, banyak yang simpati pada second lead male, sang first love female lead. Fansnya Baek Young mana suaranya... 

Beragam cerita tentang first love yang menghiasi drama korea. Kalau saya prefer mana? Saya mah ditonton semua. Wkwkwk. Asal tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang saya pegang dan yakini. 

Tema first love ditonton, tema bukan first love juga ditonton asalkan Bagus jalan ceritanya, Bagus acting para pemainnya, dan Bagus juga timingnya. Timing buat saya maksudnya. Kalau ada drama sebagus apapun kalau sayanya sedang tidak bisa mendrakor ya akan saya skip. 

Tapi, saya bukan termasuk fans nya kisah first love. Walau katanya first love never die, atau first love selalu di hati walau bikin sakit hati. Saya masuk timnya last love. Saya pikir, semua perempuan ingin jadi last love lelakinya. Doesn't matter i'm not your first love, but i'm your last. Begitu bunyi quotesnya. Dan saya lebih suka itu. Sebelum janur kuning melengkung, eaa, ga jamin dia jodohmu. Walau udah tuker cincin, tuker kado, tuker handphone, tuker tukeran lainnya. Sebelum "SAH", ga ada jaminan kalau dirinya jadi partner hidup membangun biduk rumah tangga. 

Eaa.. Jadi kamana-mana. 

Ya begitulah pokoknya. Tak usah berlama-lama baca tulisan ini. Kita baca tulisan teman-teman saya saja, yuk. 

Senin, 13 Juli 2020

You Complete Me


(Pinterest) 

Yuhuu.. Assalamu'alaikum...Annyeong chingudeul.. Gimana kabarnya hari ini? Mamak lyfe mencoba mencari me time yang produktif dengan menulis kokoriyaan. Sedikit menghirup udara segar dibalik ke hectic an sehari-hari. Jadi curcol begini. 

Yap, balik lagi, sekarang masuk ke tema ke lima belas. Apakah itu? Tentang drama on going atau completed. 

Baiklah sebelum membahas tentang drama on going atau complete, saya mau sedikit mereview tentang drama korea. Sebagaimana yang saya dan chingudeul tahu bahwa drama korea ini mengandung umpan, eaa. Mengandung sesuatu yang berbeda dari drama sinetron Indonesia atau drama asia lainnya. 

Ibarat masakan, ada bumbu rahasia. Yang setiap kita menyuapkan ke dalam mulut, berbagai rasa meledak memenuhi rongga mulut. Ada rasa haru hingga berlinang air mata, ada senyum hingga derai tawa, ada juga ke uwuan yang membuat kabita. 

Sensasi ini sering datang kala menikmati drama korea, genre apapun itu. Ditambah lagi, tak cuma rasa, penampakannya pun sungguh menggoda. Bahan premium gtu. Maka, banyak yang kabita, banyak yang halu memilikinya. Menyematkan tanda, "suamiku", "istriku", atau "pacarku".

Nah, nah, paket komplit ini, sering memberikan candu bagi para penikmatnya. Setelah menonton satu episode, ingin segera tahu kelanjutan jalan ceritanya. Apalagi drama korea cakep banget motongin adegannya. Bikin penasaran selalu. Mending kalau bisa puas dengan preview. Kalau ga? Selamat menikmati rasa penasaran selama seminggu ke depan. Hehe. 

(Pinterest) 


Buat saya, tergantung mood saya mau pilih drama on going atau yang sudah selesai. Seringnya sih ga sabaran ingin tahu jalan cerita selanjutnya. Gimana ya? Apa maksudnya itu? Kenapa begitu? Jadi siapa? Saya akan dihantui pertanyaan-pertanyaan semacam itu kalau saya nekat nonton drama on going. Wkwk. Jadi, pilih nonton yang complete dong? Ga juga. Haha. Tergantung pemerannya, jalan ceritanya. Saya masih mengikuti drama on going, dan untuk meredam rasa penasaran saya, saya bisa menonton drama on going yang lain atau drama complete. 

Yang harus saya hindari saat menonton drama complete adalah marathon nonton. Saya pernah tidur setelah sholat subuh. Bangun siang bersama anak-anak. Parah lah. Astagfirullah. Untung kalau suami wfh. Lah, kalau harus ke kantor, saya bisa melalaikan kewajiban mempersiapkan perbekalannya ke kantor. 

Dan kurang tidur itu bikin sumbu emosi saya memendek. Meledak-ledak seharian. Tidak untuk ditiru ya chingudeul. 

Ini jawaban dari saya yang ga jelas jawabannya apa antara drama on going atau drama complete. Ambil yang baiknya, buang yang tak baiknya. 

Yuk, kita simak jawaban teman-teman saya. 

Selasa, 07 Juli 2020

Empat Alasan Menonton Ulang Drakor



(Pinterest) 

Assalamu'alaikum... Annyoeng chingudeul. Gimana gimana apakah keadaan rumah aman sentosa? Bekal suami bikin enggak? Kalau saya mah tipe yang bikin bekal suami pas suami kerja. Pas suami Wfh mah, ga usah bikin bekalnya. Hahaha. 

Lanjut ah, kali ini saya mau bahas tema ke 13 dari topik tulisan kokoriyaan. Yaitu jeng jeng jeng "Drama yang ditonton lebih dari sekali". 

Well oh well, getar getar kegalauan, kebucinan yang ditebarkan oleh drama korea mampu membuat drakorian menonton ulang drama tertentu. Bisa dua kali, tiga kali, bahkan berkali-kali. 

Walaupun sudah tahu jalan ceritanya, tapi ada saja scene atau adegan favorit yang ingin dilihat. Bisa jadi di rewind juga sampai hafal dialog dan gerakannya. 

Menurut analisis saya (ceilee), ada beberapa alasan drakorian menonton ulang drama yang sudah ditontonnya. 

Pertama, fans garis keras. 

(Pinterest) 

Kalau drakorian termasuk fans garis keras salah satu atau beberapa pemain dalam drama. Wajar sekali menonton ulang drama tersebut. Bisa jadi mengcapture dan save gambar bias nya, dibubuhi potongan dialog favorit yang jadi quote of the day. 

Kedua, gue banget. 

(Pinterest) 

Kondisi yang sefrekuensi antara diri dan drama akan menimbulkan momen, KLIK, Aha!, Gue banget. Yang akhirnya kala momen melow jadi ikut melow. Momen hepi jadi ikut hepi. Banyak dialog yang tetiba berubah jadi quotes atau kata motivasi penyemangat diri. Sehingga, dengan senang hati menonton kembali drama ini. 

Ketiga, jalan cerita yang tak biasa. 

(Pinterest) 

Sebagai drakorian, tentu banyak jajaran drama yang sudah ditonton. Sehingga cepat merasa jenuh dan bosan dengan jalan cerita yang ada. Maka, kala menemukan jalan cerita yang tak biasa. Fresh. Segar. Wajar untuk menonton kembali drama dengan jalan cerita tak biasa ini. 

Keempat, nonton bareng teman atau keluarga. 
Drakorian dibagi jadi beberapa tipe. Salah satunya tipe gercep. Yang kala episode baru brojol dengan atau bahkan tanpa subtitle, dia akan cepat segera menontonnya. Kalau dia sudah menonton dan diajak nobar oleh teman atau keluarganya, mau tak mau dia jadi nonton ulang drama itu, seenggaknya episode yang sudah duluan dia tonton. 

Sekian analisis kecil-kecilan atau jadi-jadian dari saya alasan drakorian yang menonton ulang drama. Bagaimana dengan saya? 

Karena saya tipenya bosenan, saya masuk ke tipe ke empat. Bahkan, kadang suka ngilang pas nobar, baru muncul lagi setelah adegan atau episode yang saya pun belum nonton. Itu mah saya ya.. 

Gimana dengan teman-teman geng drakorian saya yang lain? Yuk, disimak. 

Rabu, 01 Juli 2020

Fungsi Adik untuk Kakak


(Detik) 

"Aku melahirkanmu agar kau merawat dan melindungi kakakmu" katanya sambil memeluk lelaki kecil itu. 

Cuplikan dialog drama korea terbaru ini cukup mengganggu pikiran saya. It's okay to not be okay sukses mencuri perhatian drakorian. Setelah kemarin-kemarin per drakoran banyak dengan tema serong alias selingkuh, kini ramai tema tentang mental illness, beraroma psikologi, salah satunya drama It's okay to not be okay atau psycho but it's okay. 

Male lead drama ini diperankan oleh Kim Soo Hyun, menjadi Gang Tae, yang GanTeng  😅. Dari kecil ia harus merawat kakaknya yang keterbelakangan mental karena ibunya meninggal. 

Sang ibu pun saat mabuk menyatakan pada Gang Tae kalau ia melahirkannya untuk merawat dan melindungi kakaknya, Sang Tae yang keterbelakangan mental. Sebelumnya pun, sang ibu memukul Gang Tae karena kakaknya dipukuli oleh orang, padahal ibunya memasukkan Gang Tae ke tempat les bela diri agar bisa melindungi Sang Tae. Belum lagi scene saat hujan turun juga saat tidur, fokus ibunya hanya untuk Sang Tae. Sehingga Gang Tae pun memancarkan aura sedih pada wajahnya. 

Kenapa episode 4 ini sangat mengganggu pikiran saya? Saya ingat film Barat yang bercerita tentang kakak yang terkena leukimia akut, dan oleh dokter, sang adik disarankan menjadi penyelamat kakaknya. Dengan mendonorkan darah, organ, juga jaringan tubuhnya agar kakaknya tetap hidup. My sister keeper, judulnya. 

(Pinterest) 


Saat sang kakak mengalami gagal ginjal, Anna, sang adik yang baru berusia 11 tahun dipaksa orangtuanya untuk mendonorkan satu ginjalnya untuk sang kakak. Anna yang bercita-cita sebagai cheerleader diperlihatkan tak ingin mendonorkan ginjalnya. Karena dengan mendonorkan ginjalnya, kemungkinan besar ia akan menjalani hidup seperti yang ia inginkan. Bermain bola, menjadi anggota cheerleader, bahkan menjadi seorang ibu. 

Gang Tae dan Anna sama-sama dilahirkan untuk menjaga keberlangsungan hidup sang kakak yang spesial. 

Jadi, apakah setiap anak itu dilahirkan untuk tujuan tertentu? Ya. 

Apakah adik dilahirkan untuk menjadi penjaga kakaknya? Ya, tapi tidak selalu. Bagi saya, keluarga itu sanctuary. Tempat yang memberi rasa aman, nyaman,  terlindungi, walau sedang diterpa berbagai masalah kehidupan. Bisa jadi untuk kasus Gang Tae dan Anna, merekalah yang menjaga sang kakak. Tapi, di keluarga lain, ada kakak yang harus menjaga adiknya. Ada banyak orangtua yang menjaga anak-anaknya. Karena fungsi keluarga itu saling menjaga. 

Saya yakin Allah ciptakan sesuatu tak ada yang sia-sia. Pasti ada maksud di dalamnya. Termasuk juga takdir bersaudara dengan siapa. Kita tak bisa memilih ingin lahir dari rahim siapa. Kita tak bisa memilih akan bersaudara dengan siapa. Kita tak bisa memilih jadi adik atau kakak. Inilah takdir. Ketetapan Allah. Dan saya yakin, ketetapannya PASTI BAIK. Boleh jadi menurut kaca mata manusia yang dhoif ini terlihat tidak adil, terlihat tidak manusiawi. Tapi, Allah Yang Maha Mengetahui yang nampak dan tersembunyi. Ia yang mengetahui hikmah dibalik peristiwa. 

Tuk bahasan hukum donor, lain kali saya tuliskan. Insyaallah. 

Lagi pula, Allah sudah nyatakan, "Tidaklah aku membebani manusia diluar kemampuannya". Allah yang menakdirkan keadaan, lebih tahu kesanggupan diri kita untuk melaluinya. Kita hanya diminta untuk bersabar menjalaninya. Semoga menjadi jalan pahala untuk meniti surga Nya. 

Wallahu'alam bish shawab. 

Jumat, 19 Juni 2020

Efek Jadi Drakorian



Nonton drakor apa faedahnya? Wasting time, iih. 

Weits, ada dong faedah nonton drakor. Dan ga semua jenis drakor ditonton. Tetap selektif, seperti tulisan saya yang lalu. 

Baca juga Nay to Watch

Emang ada faedahnya? Buat saya ada. Buat teman-teman drakorian juga ada. Nanti kita bahas di tulisan tema selanjutnya ya. 

Apa aja faedahnya? Faedah nonton drakor versi saya:
(Pinterest) 


1. Belajar Bahasa Korea

Annyoeng haseyo chingudeul. Sebagai pribadi yang senang bahasa. Saya suka belajar bahasa korea tapi sayangnya pusiang pala saya kalau liat hangul tuh. Beda kalau bahasa inggris kan hurufnya sama kaya bahasa Indonesia. Nah, oleh karena itu, saya mengandalkan pendengaran tuk belajar bahasa korea.  Yah, ga jago-jago amat sih. Tapi, familiarlah sama annyeong, jalga, oppa, omma, aboniem, sarang, adeul, aniya, daaan masih banyak lagi. Tar kita jabarkan satu-satu di tulisan tema selanjutnya ya. 

2. Belajar Budaya Korea

Dari nonton drakor, saya belajar budaya korea. Budaya korea yang jaman kerajaan dengan baju hanboknya yang cantik. Jadi tau warna-warni baju tradisionalnya. 

Jadi tau kebiasaan masyarakat negeri ginseng sana yang dekat dengan minuman keras. Orientasi mahasiswa, minum. Penyambutan pekerja baru, minum. Perpisahan, minum. Hayo we ngaleeut miras. Auto nyanyi Bang Roma, "Minuman Keras! Miras! Apapun namanyaaa... "

Jangan ditiru ini mah. Ga boleh ditiru! Jauhi! 

Yang ditiru apanya dong? Betapa mereka itu produktif, aktif. Punya plan jauh ke depan. Bersungguh-sungguh untuk menjalankan targetnya. Contohnya dari drakor Misaeng, saya belajar tuk terus berusaha keras. Belajar dan terus belajar, beradaptasi terus. Walau diremehkan, walau dibully. Walau endingnya ga sesuai yang diharapkan, ga jadi pegawai tetap. Tapi, doi tetap optimis dan emang harus optimis karena live should go on. Ga berlama-lama baper gtu. 

Produktivitas orang korea juga terlihat dari betapa banyaknya mereka mengeluarkan drakor. Asa baru selesai ngeliat si ini di drama ini. Eh, udah main drama baru lagi. 

3. Fakta Kapitalisme di Negara Maju

Korea, sebagai salah satu negara yang lebih maju dari Endonesia Raya. Ia juga negara yang menerapkan kapitalisme sebagai sistem kehidupannya. Semuanya tampak jelas berorientasi materi. Materi dalam artian bukan hanya uang. Tapi, memang berpusat pada uang. 

Standar sukses itu dekat duit. Berapa banyak drakor yang female lead atau male leadnya horang kayah. CEO muda kaya Raya, berwajah tampan dan cantik. Atau sekolah di sekolah ternama. Pakaian Bagus, kendaraan Bagus, rumah mewwaah. 

Dari drama yang bertema politik, saya jadi tahu dan membandingkan fenomena di negeri sendiri. Betapa erat hubungan pengusaha dan penguasa itu. Betapa penguasa bisa dikendalikan oleh kucuran dana dari para pengusaha. Sama geuning dengan Indonesia. Sama sama mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan para kapital. 

Sebagaimana di drakor Prime Minister and I, saat Prime minister awalnya ingin mengubah kondisi negaranya menjadi lebih baik, memberantas kejahatan, menegakkan keadilan. Tapi, ternyata akhirnya ia sadar, ada kekuatan yang lebih besar yang bahkan seorang Prime minister pun tak bisa menandingi. 

4. Belajar yang lain-lain 

Setelah nonton Oh My Baby jadi bersyukur Allah berikan anak-anak. Setelah nonton Hi Bye Mama jadi bersyukur bisa membersamai anak-anak. Menikmati dan menghargai setiap waktu yang dilalui bersama keluarga. 

Setelah nonton Go Back Couple jadi lebih menghargai pasangan. Belajar mengkomunikasikan segala sesuatunya. Dan drama ini booming juga di teman-teman aktivis rohis. Sampai ada yang nonton sambil masak. Hp nya dibawa ke dapur. Ada juga yang ijin nonton Go Back Couple sama suaminya tuk belajar kehidupan rumah tangga. Suaminya jawab, "Belajar kehidupan rumah tangga tu baca kitab siroh bukan nonton drakor. "
Jleb! Suaminya ustadz, cuuuy.. 😆

Bagai dua sisi mata uang, jadi drakorian atau suka nonton drakor punya efek positif dan negatif. Ambil yang positifnya, buang jauh-jauh negatifnya. 

Yuk, baca juga efek nonton drakor buat teman gengs saya. 

 Ima
Mbak Rijo




Selasa, 16 Juni 2020

Nay to Watch



Salam. Annyeong chingudeul. Walau saya termasuk yang suka nonton drakor atau filmnya. Ada beberapa jenis drama yang tak mau saya tonton. 

Kenapa? Saya memilih menonton sebagai salah satu me time. Seenggaknya waktu yang saya habiskan untuk menonton ini harus benar-benar bisa saya nikmati. Kalau bisa, mencharge semangat saya menjalani hari dan menghadapi kenyataan, eeaa.

Apa aja drama yang saya hindari? 


1. Drama beradegan dewasa

Sebagai pecinta drama romance comedy, saya suka cerita yang manis, yang uwwu kata anak jaman sekarang mah. Tapi, saya ga suka banget drama atau film yang 'berani'. Dalam artian, berani buka-bukaan, berani skinship berlebihan. Misalnya, drama yang trending kemarin, The World of The Married. Banyak sekali adegan dewasanya. 

Kenapa ga suka padahal kan saya juga sudah dewasa, sudah menikah pulak? Karena prinsip. Walau saya dan keluarga suka menonton, saya diajarkan tuk selektif dalam menonton. Termasuk mencoret drama atau film yang ada adegan dewasanya. Dan itu terbawa sampai sekarang. Disamping, ada prinsip agama juga yaa. Tak mau saya melanggar aturan agama hanya karena me time. Aturan apa? Menonton adegan private orang, melihat aurat orang. Nay nay nay. 

2. Drama tentang Serong

You are what you watch. Walau ga terlalu setuju dengan kalimat itu, saya setuju kalau tontonan akan sedikit banyaknya mempengaruhi penontonnya. Masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Apalagi di dalam tontonan dicitra baikkan para pelaku kemaksiatan itu. Seolah benar, dan boleh maksiat yang mereka lakukan dengan alasan yang dideskripsikan dalam tayangan. Saya khawatir paham itu perlahan akan masuk dalam diri saya. Atau membuat jadi negatif thinking atau over thinking pada pasangan. Jadi, nay nay to drama perselingkuhan. 

3. Drama yang "Too Dark"

(Pinterest) 

Thriller, crime termasuk genre yang saya juga suka. Saya mengikuti 'My Mister' nya IU, saya juga mengikuti 'Mother' nya Lee Bo Young. Tapi, ga suka kalau sudah "too dark". Sama dengan alasan kenapa saya menghindari drama tentang perselingkuhan. Saya khawatir menonton drama atau film yang 'too dark' akan membangkitkan naluri buruk dalam diri saya. Atau saya menjadi seperti villain di drama. Hiiiy. Na'udzubillah min dzalik. Misalnya drama Strangers from Hell, film Sunk into Womb. Edisi sadar diri termasuk yang mudah dipengaruhi. 

4. Drama Hantu Seram

Walau sering menanamkan pada anak-anak kalau "Hantu itu ga ada", "Hantu itu bohongan". Tapi, honestly, saya termasuk orang yang borangan. Hohoho. Jadi, dari pada nonton terus bikin takut sendiri atau jadi parnoan. Atau malah ngundang jin mendekat. Lebih baik say dadah babay. Apalagi masih suka begadang sendirian. 

Tapi, lain cerita kalau drama atau filmnya memang punya riview yang Bagus banget. Atau hantunya garelis karasep, ga bikin takut. Kalau begini, lain cerita, sepertinya bisa saya tonton. Seperti drama 'Oh My Ghost' nya Park Bo Young dan Jo Jung Suk, atau 'Master Sun' nya So Ji Sub dan Gong Hyo Jin. Dua drama bertemakan hantu itu masih bisa saya tonton, walau saya skip skip dibagian hantu yang seram. Anggeur ya borangan. Daaan, nontonnya pun bareng-bareng, untuk mengurangi rasa takut tentunya. 

5. Drama bertema L9BT

Lesbian, Gay, Bisex, dan Transgender juga termasuk drama yang saya jauhi. Sependek pemaham saya yang miskin ilmu ini, L9BT dilarang oleh agama. Ia pun menular baik secara fisik kebiasaannya atau pun pemikirannya. Saya tak mau pemikiran, pemahaman bahkan perasaan saya cenderung pro pada aktivis dan aktivitas ini. Jadi, akan sama sekali saya lewat. Skip skip skip. Tonton yang lain sajaah. Masih banyak tontonan yang lain. 

Itulah 5 kategori yang saya hindari. Menonton boleh-boleh saja, tapi jangan lupa juga apa yang kita tonton akan dimintai pertanggungjawaban oleh Nya di hari akhir nanti. Be wise. 😊

Salam. 

Baca juga cerita drama yang ga akan ditonton teman-teman segeng gong saya di whatsapp grup Drakor dan Literasi. 

1. Manda

2. Ima

3. Kak Rijo


5.  Teh Deya


7. Mbak Asri



9. Dwi

10. DK



Minggu, 14 Juni 2020

My Drakor List


Karena saya memang salah satu jajaran sufi. Suka nonton film. Suka nonton drama juga. Jadi, akan banyak sekali yang saya sebutkan kalau ditanya tentang list drakor yang sudah saya ikuti. 

Kali ini saya hanya akan bahas beberapa drakor yang berkesan buat saya. 

1. Full House

(Pinterest) 

Drama nikah kontrak antara Song Hye Kyo dan Rain ini awalnya tak begitu menarik perhatian saya. Tapi, karena penasaran dengan obrolan teman-teman. Dan saya selalu roaming, ga ngerti mereka ngobrolin apa. Akhirnya, saya nonton drama ini juga. Bahkan, nobar pas pulang kampung saat menjelang lebaran, bersama saudara handai taulan. Hehe. 

Kenapa drama ini berkesan buat saya? Karena drama ini berhasil mempengaruhi gaya saya nguncir rambut. Yang biasanya kuncir biasa. Jadi agak miring-miring gitu kayak Han Ji Eun. 😂

Dari drama ini juga saya jadi hafal lagu 3 Bears. 😆

Dan, drama ini adalah drama perdana yang saya tonton, yang nasib pemain pendukungnya ga ngenes amat. Karena love storynya segi empat, bukan segi tiga. Walau sampai akhir cerita para pemain pendukung ga resmi bersatu juga sih. 

2. Princess Hours

(Pinterest) 


Drama nikah antara Pangeran Shin dan rakyat jelata karena perjanjian tetua keluarga ini berhasil menyedot perhatian saya dan adik. Diperankan oleh Joo Ji Hoon dan Yoo Eun Hye, entah kenapa saya sangat suka drama ini pada masanya. Sampai saya dan adik memesan pin yang berbau Princess Hours. Pin gambar teddy bears dengan dandanan ala korea seperti icon Princess Hours. Saya juga mengumpulkan ost drama ini,dari ost yang memang lagu sampai akustik atau instrumentalnya. Mungkin karena saya saat itu pun duduk di bangku SMA seperti cerita pemain drama ini. 

Drama bergenre romance comedy yang dibalut fiksi kerajaan Korea ini menceritakan kisah Pangeran Shin yang cool dengan Chae Kyung yang free style. Dibumbui kisah perebutan kekuasaan, lika liku kisah Cinta segi empatnya, membuat saya dan teman-teman SMA menggandrungi drama ini. 

Masih senada dengan Princess Hours, My Sassy Girl juga drama sekolah yang saya senangi. Drama dengan genre sekolah, romance, komedi ini berhasil membuat saya menjerumuskan om dan teman-temannya ke dalam drakorian. Haha. 

3. Ghost aka Phantom
(Pinterest) 

Bosanlah sama yang sweet dan love story yang khayali. Ghost aka Phantomnya So Ji Sub hadir menemani. Drama yang bisa ditonton bareng sekeluarga tanpa khawatir tiba-tiba ada adegan kiss atau skinship antara pemeran. Walau bisa dibilang bumbu romancenya tipis banget, drama Ghost ini tetap asik banget ditonton. 

Kenapa? Karena si villain sudah ketauan dari awal. Tapi, ada proses panjang yang harus dilalui untuk membuktikan kejahatan si villain itu. Tak seperti drama kriminal pada umumnya yang justru mencari si penjahat. 

4. While You're Sleeping

(Pinterest) 


Ternyata, saya ga bisa jauh-jauh dari drama berbau romance. Setelah hiatus ga nonton setelah melahirkan anak pertama, kedua, akhirnya kembali ke drakor dengan membaca sinopsisnya. Hoho. Seniat itu diriku. Walau jadi ga tahu soundtrack nya. Baca sinopsis drakor cukup menghibur saya kala itu. Thanks to blogger yang nulis sinopsis. Kalian terbaik. Hehe

Nah, salah satu sinopsis yang saya baca adalah dramanya Bae Suzy dan Lee Jong Suk. Drama tentang fantasy, kriminal, juga romance ini berhasil membuat saya bertahan sabar menunggu sinopsis setiap minggunya. 

Drama ini juga yang membuat saya kenal dengan Jung Hae In dan Lee Sang Yob. Kenal dari mana? Haha. Tahu maksudnya gtu lho. 

Apalagi terkuak kelakuan kocak Lee Sang Yeob saat datang di Running Man. Saya tambah menantikan kehadiran si villain di drama WYS ini di drama atau reality show lain. Saat ini, Lee Sang Yeob juga sedang main di drama Good Casting, dan terbukti kalau doi memang ngocol abis. 

5. Extraordinary You
(Pinterest) 


Setelah berkubang membaca sinopsis drakor bertahun-tahun. Akhirnya, saya kenalan dengan viu. Di viu, saya menonton drakor bergenre school romance fantasy (lagi). Apalagi drama ini sangat kental dengan komedinya. Ekspresi Eun Dan Oh itu precious sekali buat saya. Perbedaan antara ekspresinya di stage dan shadow sering membuat saya terkikik sendiri. 

Cerita tentang karakter komik yang sadar bahwa dirinya hidup dalam dunia komik. Awalnya dia berpikir bahwa dirinya adalah female lead di dalam cerita. Ternyata, zonk. Hoho. Dia hanya sekedar 'extra', pemain pembantu yang ditakdirkan memiliki cinta bertepuk sebelah tangan bertahun-tahun. Tragisnya, kondisinya diperparah dengan penyakit jantung. Merasa tidak adil dengan kondisinya, ia berusaha untuk mengubah takdirnya.

Kocak sekali melihat ekspresi dan acting Kim Hye Yoon disini. Dia pun terlihat sangat menjiwai karena cerita Dan Oh, sama seperti dirinya. Kim Hye Yoon perdana jadi female lead dalam drama ini. Setelah perjalanan panjangnya menjadi 'extra' di drama lain. 

Tak sendiri, extraordinary you dipenuhi pemain wajah baru. Seperti Rowoon (bukan Rawon ya), dari SF9, sebagai Haroo, sang male lead. Juga, Lee Jae Wook, sebagai Baek Kyung. Membuat drama ini semakin fresh. 

Tadinya saya mau nulis Hospital Playlist juga. Tapi, khawatir saya sudah terlalu banyak menulis tentang ini. Teman-teman bisa baca tulisan-tulisan saya sebelumnya tentang drama yang paling terakhir saya ikuti, bukan The King, bukan. Tapi, Hospital Playlist. Setelah sebelumnya juga menonton Hi Bye Mama!

Itu list drakor saya. Kalau kamu gimana? 

Btw, tetap keep on the track ya gaes. Nonton boleh, tapi jangan sampai kita melalaikan kewajiban lainnya. 
Salam hangat dari mamak beranak tiga yang masih suka nonton juga. Hehe


Selasa, 09 Juni 2020

Ku Suka Drakor Genre...


Hidup kita sudah cukup rumit, penuh masalah, dan sedih, makanya saya pilih-pilih untuk genre drakor atau film sebagai tontonan hiburan.

Bukan cuma itu saja, saya termasuk yang baperan. Kalau menangis karena tontonan saya akan total menangis. Sampai mata bengkak seharian.

(Soompi) 

Kalau saya kesal atau marah karena tontonan, orang lain pun akan kena dampaknya. Astagfirullah. Saking begitu menghayatinya saya menonton.

Karena saya kenal karakter saya yang seperti ini. Saya akhirnya lebih memilih genre aman. Genre yang ga akan membuat mata saya bengkak. Kalau pun menangis, menangis karena tertawa terpingkal-pingkal. Genre yang ga akan membuat saya marah-marah, justru jadi tambah bahan untuk bercanda.

1. Genre Komedi

Genre komedi menempati urutan pertama saat saya akan menonton. Tapi, ga ada kan drama atau film yang pure komedi. Jadi, biasanya saya pilih drama romcom atau romance comedy, atau yang bertema keluarga atau persahabatan.

Beberapa drama yang membuat saya jatuh hati dan bisa teman-teman coba tonton:

Hospital Playlist

(Tumblar) 

Drama yang baru saja tamat, Hospital Playlist. Drama paket komplit yang isinya tentang persahabatan, keluarga, juga komedi. Dan akhirnya saya pun jadi salah satu fans nya dokter Ikjun. Dokter yang sangat akrab dengan anaknya. Sangat akrab dengan teman-temannya. Dan sering melakukan hal gila yang mengundang gelak tawa. Nut Job Ik Jun


Waikiki

(Pinterest) 

Drama ini sukses membuat saya tertawa di setiap episodenya. Ada saja kelucuan dan keanehan yang dibuat oleh para pemainnya. Ekspresinya pun patut diacungi jempol. Sampai dibuat seasons 2 nya. Walau saya baru menonton potongan season 2 nya saja, tapi saya ikut tertawa saat melihatnya. Hehe

Extraordinary You

(Soompi) 

Drama 'aneh' dengan jalan cerita yang baru untuk saya. Masuk ke genre fantasy juga. Tapi, yang membuat saya sangat tertarik untuk mengikuti drama ini. Sampai rela bangun pagi saat orang-orang masih terlelap, adalah karena ekspresi Eun Dan Oh. Ekspresif sekali. Saat dia bingung. Saat dia kepedean karena menyangka dirinya tokoh utama dalam cerita. Ekspresi dan aktingnya sungguh menarik saya untuk menontonnya dan menikmati drama ini tanpa skip. Daebak! Walau ratingnya tak begitu Bagus.

Dan masih banyak drama komedi lainnya. 

2. Genre Fantasy

Imajinasi, fantasy membebaskan cerita mengalir, walau tak masuk akal. Ya, karena fantasy. Sah-sah saja dong. Saya suka genre fantasy apalagi tema time travel. Kembali ke masa lalu, mengubah beberapa kejadian. Atau bahkan kembali ke masa sejarah.

(Pinterest) 

Seperti drama Go back couple, My familiar wife, yang kembali ke masa lalu untuk mengubah jalan cerita hidupnya. Atau scarlet heart ryeo, cerita tentang IU yang pergi ke jaman sejarah. Atau Faith, dokter yang diculik untuk menjadi 'dukun' di masa sejarah.

Entah kenapa, suka saja melihat cerita time travel seperti ini. Senang dengan momen pemainnya bisa memprediksi peristiwa. Senang dengan momen proses adaptasi para pemainnya di kehidupan yang ia datangi. Senang dengan ekspresi aneh dan bingung dengan kebiasaan yang dibawa oleh pemain dari masa sekarang ke masa yang ia datangi. Wow gtu.

3. Genre Sejarah (Sageuk)

Sageuk jadi list genre selanjutnya. Padahal isi ceritanya biasanya lebih rumit, penuh intrik kekuasaan, politik. Tapi, seru. Saya menikmati menonton Dae Jang Geum walau episodenya sangat panjang. Saya juga menikmati menonton Queen of Seondok. Walau isinya tentang revolusi, politik dan episodenya juga panjang, lebih dari 16 atau 24 episode.

Deokman and Bidam (Pinterest) 

Bahkan kini saya 'tersesat' ke drama sejarah Cina. Saya akan bahas bedanya drama sejarah Korea dan Cina ditulisan yang lain.

Tapi, yang membuat saya senang dengan sageuk salah satunya adalah pakaian. Saya senang sekali melihat pakaian di jaman kerajaan. Untuk saya, pakaian kerajaan membuat mereka terlihat lebih cantik, anggun untuk aktrisnya. Dan membuat para aktornya terlihat lebih gagah, maco gtu. Selain tentu, pakaian jaman kerajaan jauh lebih sopan dari pakaian jaman sekarang di Korea sana. Ups, sorry.

Terkadang, saya suka menjadikan pakaian mereka sebagai inspirasi untuk saya membuat gamis. Gamis ala handbok yang manis.

4. Genre Romance

Romance tak bisa dipisahkan dari drakor. Banyak yang halu dengan cerita drakor saking bagusnya pengemasan cerita sehingga seolah nyata padahal hanya sebatas layar kaca. Romance dalam drakor pun ada levelnya. Ada level full of romance, ada juga yang tak begitu fokus pada romance, ada yang hanya menjadikan romance sebagai selingan.

Untuk yang full romance, cerita akan berfokus pada kisah percintaan para tokoh utama dan pendukung. Diselingi dengan masalah atau konflik yang ada. Begitu pun dengan level di bawahnya, fokus percintaan akan berkurang tak sebanyak yang full romance. Para pemain dibuat sibuk mengurusi masalah yang ada, bukan kisah cintanya. Apalagi yang menjadikan romance hanya sebagai selingan. Seperti drakor Terus Behind Me, atau Ghost aka Phantom. Walau ada bumbu romancenya, tapi lebih banyak adegan para aktor yang sibuk menyelesaikan masalah.

(Pinterest) 

Banyak ternyata genre drakor yang saya sukai. Tapi, apapun genrenya, kita punya alasan masing-masing.

Kalau kamu tim nonton drakor genre apa nih?