Sabtu, 12 September 2020

Alhamdulillah Kakak Bisa

 


Bismillahirrahmanirrahim

Saya pernah membaca bahwa salah satu hasil studi menyatakan dibutuhkan sekitar 18-254 hari bagi orang untuk membentuk kebiasaan, rata-rata memerlukan waktu 66 hari. Maka, saya masih harus terus konsisten berlatih komunikasi produktif kepada orang-orang agar saya menjadikannya sebuah kebiasaan. Sementara, saya pun harus belajar berlapang dada jika anak belum terbiasa dengan pola yang saya bentuk dalam momen komunikasi produktif ini.

Saya masih ingin membentuk pola kegiatan magrib pada anak-anak, khususnya sulung. Oleh karena itu, saya akan fokus mengerahkan energi saya dalam berkomunikasi produktif saat ini. Walau jujur, masih banyak PR saya berkomunikasi produktif dalam kesempatan lainnya, seperti waktu makan, waktu pakai baju, waktu main.

Temuan saya hari ini:

Saat magrib tiba, dan adzan sudah usai, saya meminta kakak untuk memilih. "Kak, sudah magrib. Ayo, kita sholat. Kakak mau sholat sama om, atau mau sama abi, atau sama umi? "
"Aku mau sama om aja"
Kami sholat bergantian karena harus menjaga sang bungsu. Khawatir ia masuk ke dapur atau naik tangga. 
Akhirnya kakak sholat bersama om, juga teteh ila. 
Saya menyusul kemudian. Setelah saya selesai sholat, saya meminta kakak main dengan tenang sambil mendengar saya mengaji. Membacakan beberapa kali surat pendek. 
Selesai saya membacakan, saya memanggil kakak. "Kak, sini duduk di depan umi"
Ia pun duduk di hadapan saya. 
"Dengarkan umi dulu. Lalu ikuti ya" kata saya sambil menunjuk mulut saya. 
Ia mendengarkan dan memperhatikan tapi tangannya tak bisa diam. Saya ambil buku yang ia mainkan. 
"Fokus ya, nak"
Tak ada barang lagi yang bisa ia mainkan. Tapi, duduknya jadi bergoyang-goyang. Saya biarkan. Saya berusaha tuk tetap tenang. 
Saat mengikuti apa yang saya ucapkan, kakak merasa kesulitan melafalkan beberapa huruf. 
"Lihat mulut umi, kak"
"Susah", katanya. 
"Kakak pasti bisa. Ayo! " saya memberi semangat. 
Dia pun mencoba lagi, alhamdulillah akhirnya bisa. 
"Tuh kan, bisa". Begitu terus saya lakukan kala bertemu huruf yang masih sulit ia lafalkan. 
Saat kesulitan melafalkan, suaranya berubah kecil. Saya menaikkan volume suara saya. Kakak pun ikut menaikan volume suaranya. 
"Bagus, kak. Allah lebih suka kita berisik ngaji daripada berisik teriak nyanyi", saya memotivasi.

Alhamdulillah kegiatan magrib ini bisa berjalan tanpa drama tangisan dan rengekan dari kakak, atau pun teteh ila.

Komunikasi produktif :
1. Saya menggunakan kalimat yang simple dan short. 
2. Saya mengganti kata tidak bisa menjadi bisa.
3. Saya fokus pada apa yang saya ingin anak lakukan, bukan sebaliknya. 
4. Saya memberikan pilihan bukan memerintah. 
5. Saya menggunakan intonasi suara dan mimik muka tidak marah. Stay cool and calm.

Tantangan:
Saya masih harus membiasakan diri fokus mengucapkan apa yang saya ingin anak lakukan bukan sebaliknya. Saya harus bisa berusaha tetap tenang dan ramah menghadapi perilaku anak-anak. Saya harus menghilangkan ekspektasi berlebihan pada anak dan menanamkan kalau potensi setiap anak berbeda.

Rencana besok: 
Saya masih ingin fokus menggunakan poin komunikasi produktif dalam kegiatan magrib.

Bintang saya hari ini:
⭐⭐⭐⭐
Saya cukup puas dengan komunikasi produktif yang saya lakukan hari ini.

#harike9
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Kamis, 10 September 2020

Mau Sholat sama Baim

 


Bismillahirrahmanirrahim 


Tantangan terus berlanjut, semoga istiqomah dan diberikan kekuatan tuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajari. Kali ini hari ketiga saya fokus berkomunikasi produktif bersama si sulung. Momen yang saya ambil masih saat magrib. Karena saya bertujuan ingin menjadikan pola atau habit setiap magrib. 


Temuanku hari ini:

Saya mengajak kakak tuk sholat magrib bersama saya. Karena ia tak ikut sholat bersama abinya atau kakek dan neneknya. 

"Yuk, kak, ikut sholat sama umi"

"Aku maunya sholat sama abi", kata kakak. 

"Abi udah sholat. Aki nenek juga udah. Yuk, sholat sama umi. Kemarin kakak hebat jadi Imam umi. Sekarang kakak mau jadi imam umi lagi? " saya mencoba memotivasi. 

"Aku maunya sholat sama baim", katanya sambil melihat si bungsu. 

Saya tersenyum mencoba positif thingking. 

"Baim yuk sholat sama umi" kata saya mengajak si bungsu yang baru berusia 1 tahun. Alhamdulillahnya, dia memang senang mengikuti orang sholat. Jadi, saat dipanggil, Baim langsung menghampiri saya, berdiri di samping saya. 

Kaka tersenyum. Ia pun langsung bangkit dan berdiri di samping Baim. Sehingga saya mundur menghamparkan sejadah yang baru. 


Kami sholat bersama. Walau kakak belum sempurna sholatnya, tak apa. Alhamdulillah sudah mau belajar sholat magrib bersama. 

Setelah itu, saya mengajak kakak mengaji bersama. Masih dengan aturan yang sama, ia boleh mendengarkan sambil bermain asal tidak gaduh. Sehingga masih bisa menyimak saya. Di tengah kegiatan, saya meminta ia mendekat, saya pun memangkunya, memeluknya sambil mengaji. Setelah selesai giliran saya, saya meminta kakak tuk mengikuti ucapan saya. 


Alhamdulillah hari ini kakak mau sholat dan mengaji bersama. 


Komunikasi produktif :

1. Saya memakai kalimat yang sederhana dan jelas. 

2. Saya fokus mengatakan apa yang saya inginkan. 

3. Saya menjaga intonasi suara saya tetap ramah dan tenang. 

4. Saya memotivasi kakak saat ia kesulitan melafalkan ayat. 


Rencana besok:

Saya ingin mempraktikkan kembali poin komunikasi yang sudah dijalankan dan mencoba poin komunikasi lainnya pada kakak. 


Bintang saya hari ini:

⭐⭐⭐⭐

Saya puas terhadap komunikasi produktif saya dengan kakak saat magrib hari ini. 


Semoga besok bisa lebih baik lagi. 


#harike8

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

Aku Mau Sholat, Aku Mau Jadi Imam

 



Bismillahirrahmanirrahim 


Melanjutkan komunikasi produktif hari ke 6 kemarin, hari ini saya mencoba komunikasi produktif pada si sulung dalam waktu magrib. Kemarin kami membuat kesepakatan kalau magrib adalah saatnya sholat berjama'ah dan mengaji bersama. Kemarin, sulung masih menolak tuk sholat berjama'ah. 


Temuan hari ini:

Saya mengajak kaka sholat Magrib. "Kak, yuk sholat magrib"

"Kan tadi udah", katanya mengingat. 

"Itu sholat ashar, sekarang magrib yang tiga roka'at"

Dia masih terlihat enggan. 

"Ayo kak, sholat bareng sama umi, kakak jadi imamnya"


Imam disini tentu bukan Imam yang sebenarnya, melainkan posisinya saat sholat ada di depan saya. Tiba-tiba ia langsung semangat, segera mengambil sajadah dan menggelarnya di depan sajadah saya. Kami pun sholat. Saya belum mengajarkan rukun sholat, juga bacaannya. Saya masih mau menanamkan motivasi kenapa kita harus sholat. Menegakkan prinsip Cinta dan butuh baru membahas aturan. 


Setelah selesai sholat, saya pun meminta kaka tuk menghampiri saya. Dia tidur-tiduran tak jauh dari saya sambil mengikuti saya mengaji. "Kaka sini biar suara umi terdengar"


Kami pun mengaji bersama. 


Komunikasi produktif :

1. Saya memakai kalimat sederhana dan jelas. 

2. Saya menggunakan intonasi suara ramah

3. Saya mengatakan apa yang saya inginkan, bukan yang tidak saya inginkan. 

4. Saya memotivasi anak dengan menjadikannya imam, sehingga ia mau sholat. 


Tantangan:

1. Mencari solusi atas ketidakmauannya melakukan sesuatu. 

2. Tetap tenang pada kakak sementara adiknya sedang tantrum

3. Membiasakan mengatakan apa yang saya inginkan, bukan apa yang tidak saya inginkan. 


Rencana besok:

Mengaplikasikan lebih banyak poin komunikasi produktif. 


Bintang saya hari ini:

⭐⭐⭐⭐

Saya merasa puas atas komunikasi produktif saya dengan sulung saat magrib hari ini. 



#harike7

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia


Selasa, 08 September 2020

Aku Maunya Main



 Bismillahirrahmanirrahim 


Setelah lima hari mencoba fokus komunikasi produktif pada anak kedua. Lima hari ke depan saya berencana fokus melakukan komunikasi produktif pada anak pertama. Walau tentu anak kedua dan ketiga pun tetap saya usahakan berkomunikasi produktif. 


Saya mau menata ulang jadwal harian bersama anak-anak, khususnya target tuk anak pertama karena umurnya sudah 5 tahun. Saya mulai kembali membiasakan magrib sholat berjama'ah dan mengaji setelahnya. 


Temuan saya:

Saat saya ajak sholat dan mengaji kakak malah asyik bermain mobilan. Saya tak memaksanya tuk sholat, akhirnya saya sholat bersama teh ila. Setelah sholat, saya minta kakak dan ila tuk bermain di dekat saya. Biar mereka tetap mendengar saya saat saya melafadzkan surat yang sedang dihafal. 


"Kaka, ila, sini mainnya deket umi ya. Sambil dengar uminya ngaji, ya. Boleh main tapi tidak bersuara, ya".

Kakak dan ila mengangguk setuju. 

Saya pun melantunkan ayat al qur'an. Setelah 5 kali saya ulang, saya minta kakak membacakan ulang setelah saya. 

"Kakak, sini, ngaji dulu sama umi sekali. Ulangi setelah umi, ya. "

Kakak pun mengulangi apa yang saya ucapkan. 


Dirasa kurang lama, abinya ingin kakak juga mengaji surat yang lain. Lantas abi mengambil bola yang diambil kakak. Terjadilah rebutan yang berujung kakak terjatuh dan menangis. Kakak pun menghampiri saya sambil menangis. 


"Mana yang sakit? "

"Ini", katanya sambil memegang kepala bagian belakang yang jatuh ke lantai. 

Saya elus, tiup dan do'akan. 

"Kenapa kakak menangis? Kakak kesal sama abi? Kakak mau main bola tapi sama abi diminta ngaji? "

"Iya. Abinya ambil bola aku. " 

"Harusnya abi ijin dulu ya? "

"Iya"

"Harusnya abi bicara dulu ya? "

"Iya, aku mau main bola"

"Maafin abi, ya. Abinya lupa ijin. Tapi, lain kali kita ngaji dulu ya sampai isya. Setelah isya' kakak boleh main lagi"

"Aku mau main aja"

"Kakak, ada waktunya main, ada waktunya bobo, ada waktunya ngaji. Kan kakak sudah main dari pagi, siang, sore. Sekarang kita ngaji dulu sebentar ya. Biar dapat pahala dari Allah".

"Iya, tapi sebentar aja ya. "

"Iya, sebentar dari Magrib sampai Isya"


Komunikasi produktif :

1. Saya menggunakan kalimat sederhana dan jelas. 

2. Saya tetap tenang walau drama berlangsung

3. Saya menggunakan intonasi tenang dan mimik muka yang ramah

4. Saya fokus pada apa yang harus dilakukan (Solusi) 

5. Saya memakai bahasa yang memotivasi


Tantangan:

1. Tetap tenang menghadapi rengekan anak 5 tahun yang saya sudah punya ekspektasi lebih darinya

2. Menyamakan 'suara' dan pemahaman dengan abinya anak-anak 


Rencana besok:

Mengaplikasikan poin komunikasi produktif yang lainnya pada si sulung


Bintang saya hari ini:

⭐⭐⭐⭐

Saya cukup puas terhadap komunikasi produktif saya dengan si sulung hari ini. 


#harike6

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia


Drakorian yang Tydack Jadi Kpopers itu Saya

 

(Soompi) 

Assalamu'alaikum.. Annyeong chingudeul. Di tengah drakor yang tertunda karena badai Bavi juga gelombang pandemi, tetap semangat tebar manfaat dan always hepi. 


Kala bertemu dengan pecinta Korea, pasti ada tanya, apakah dirinya suka drama atau lebih suka lagunya, alias kpop. Buat saya sendiri, sejarah awal terpapar per koriyaan mulai dari dramanya. Dari "My Love Pattzy", saya kenal dengan Jang Nara, tapi masih lempeng. 


Lanjut ke Full House, saya kenal Rain yang juga penyanyi. Tapi, masih lebih tertarik pada drakor dari pada per kpopan. Kembali melanjutkan perjalanan sebagai drakorian, Princess Hours memperkenalkan saya dengan sosok You Eun Hye yang katanya pernah jadi anggota girl band. Tapi saya pun masih tak tertarik mencari tahu lebih jauh dunia musik mereka. Untuk musik, saya sudah sangat menikmati soundtrack para drama saja. 


Sampai drama jaman jigeum pun, saya masih menikmati soundtracknya saja. Bahkan walau anggota boy band atau girl band jadi pengisi soundtracknya, saya tak tertarik lebih jauh mencari tahu atau mendengarkan lagu mereka yang lain. Kenapa? Sedang membatasi diri. Hihi. 


Lantas apakah saya tak kenal para idol kpop? Tahu dong. Apalagi sepertinya memang ada misi menyebarkan virus kpop dari dramanya. Makanya, semakin sering dijumpai para idol kpop yang juga bermain dalam drama. 


Tapi, yang membuat saya kenal dengan kpop bukan drama, tapi reality show mereka. Untuk drama, saya hanya cukup menikmati jalan cerita dan soundtracknya. Sementara dalam reality show, saya bisa lebih tahu tentang para idol kpop ini. Apalagi reality show korea yang pertama kali saya tonton adalah reality show nya super junior. Ya, jadi tahulah nama membernya, sedikit karakternya. Lalu, saat kuliah saya terpapar virus Running Man, sampai sekarang masih mengikuti. Walau tidak mengikuti setiap minggu, sesempatnya saja. 


Dari running man, saya jadi tahu Kim Jong Kook sang penyanyi balad. Saya juga tahu Haha dan Gary itu penyanyi. Apalagi running man sering mengundang Bintang tamu baik itu aktor aktris ataupun penyanyi. Kalau nonton drama tak membuat rasa ingin tahu saya bangkit. Nonton reality show justru membuat saya penasaran dengan para Bintang tamunya. 


Khususnya dua reality show yang saya ikuti, Running Man dan Superman Return. 


Itu ceritaku tentang drakorian yang tidak menjadi kpopers. Yuk simak cerita temanku yang lain.


No Drama Pagi Ini

 



Bismillahirrahmanirrahim 


Alhamdulillah, pagi ini sangat tenang. Tak ada drama rengekan dari teh ila, entah karena saya tak mengerti maunya atau yang lainnya. 


Temuan saya hari ini:

Ila bangun dan mendekati saya. Dia memeluk saya. Saya usap kepalanya sambil membaca do'a bangun tidur. "Mau susu, " katanya. 

"Boleh" saya pun ke dapur dan membuatkan susu untuknya. 

"Mau pakai gelas kecil atau besar? " saya mengkonfirmasi. 

"Kecil", jawabnya. 


Saya pun membuatkan susu untuknya dengan gelas yang kecil. 

"Alhamdulillah, teteh bangun tidur sendiri, ga merengek. Hebat", saya mengapresiasi. 


Komunikasi produktif:

1. Saya menggunakan kalimat sederhana dan jelas. 

2. Saya menggunakan intonasi suara yang ramah

3. Saya jelas memberikan pujian atas aktivitasnya


Tantangan:

Berusaha peka atas apa yang dimau anak. Sehingga tak terjadi rengekan terlebih dulu. 


Rencana esok:

Mempraktikkan poin komunikasi produktif lainnya. 


Bintangku hari ini:

⭐⭐⭐⭐⭐

Saya sangat puas dengan komunikasi produktif pagi ini. 


#harike5

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia


Minggu, 06 September 2020

Belajar Mengerti

 


Bismillahirrahmanirrahim 


Masuk tantangan komunikasi produktif hari ke empat. Weeken membuat kami mengalami aktivitas yang tidak biasa. Dalam artian bertemu dengan orang lain diluar weekdays. Apalagi pandemi ini memperkecil circle pertemuan kami dengan orang lain, cukup untuk keluarga saja. 


Anak-anak pun mengalami kelelahan fisik, juga emosi yang diluar weekdays. Sehingga sejujurnya dua hari ini saya bingung mau menuliskan kejadian yang mana. Saking seringnya tombol 'alarm' saya berbunyi. Ya rebutan, ya berantem, ya pundung, ya kesal karena tidak dimengerti. Tapi, saya pilih satu kejadian saja dengan teteh ila. 


Temuan saya hari ini:

Setelah main dari kemarin dengan sepupunya, siang tadi sepupunya harus pulang. Anak-anak saya kondisikan tidur siang. Setelah bangun, teteh ila meminta minum susu. Saya tawarkan, mau minum susu sapi atau susu kambing. Dia memilih susu sapi. Saya tanya lagi mau yang putih atau pink. Dia memilih putih. Lalu, saya berikan susu uht ukuran kecil. 


Saya tanya, "Teteh bisa buka sendiri susunya? "

"Iya", katanya. 

"Ila pintar ya, sudah besar. Sudah bisa minum susu sendiri"

Saya tinggal sebentar ke kamar, dia sudah siap minum susu. 

"Minum susunya disini aja, ga usah pakai gelas", katanya. 

"Iya", jawab saya. Kami duduk di lantai bersama. 


Setelah terdengar suara susu di dalam kotaknya habis, tiba-tiba ila merengek. "Kan harusnya minum susunya di gelas"

Saya bingung, "ila mau susunya dimasukin ke gelas. Coba umi pinjam dulu, itu susunya masih ada ga? "

Ternyata, susunya sudah habis dia minum. 

"Ga bisa, teh. Susunya sudah habis. Nanti malam aja ya sebelum tidur minum susu di gelasnya", ila tak boleh terlalu banyak minum susu, khususnya susu sapi. Karena ia intoleran lactosa. 

"Ga mauuuu!! Mau sekarang" katanya merengek sambil berurai air mata. 

"Kan tadi teteh yang bilang kalau susunya ga usah dimasukin gelas. Nanti lagi aja ya. Kalau ila kebanyakan minum susu nanti ila sakit perut"

"Aaa aah", rengeknya. 

Saya diamkan, sambil istighfar, olah nafas. 

"Ga boleh ya sayang. Nanti lagi minum susunya"

"Aaah.. Ila ga mau sama umi! " katanya marah. 

"Ya udah, umi sama baim aja ya" dan kebetulan ibrahim bangun. Saat dia mendekati saya, ila juga ikut mendekati saya. 


Saya elus-elus punggungnya sambil dzikir dalam hati. Dan tak lama, dia pun tenang. Alhamdulillah. 


Komunikasi produktif :

1. Saya menggunakan kalimat simple dan jelas. 

2. Saya tegas tapi tetap tenang. 

3. Saya menggunakan intonasi dan mimik muka yang tenang. 

4. Saya menawarkan solusi

5. Saya mengapresiasi tindakan positifnya


Tantangan :

Tetap tenang menghadapi anak kecil yang berubah-ubah keinginannya. 

Tetap tenang dan berpikir baik walau dalam keadaan lelah. 


Rencana besok :

Saya akan tetap melatih komunikasi produktif yang sudah dipraktikkan. Dan juga mencoba poin komunikasi produktif lainnya. 

#harike4

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

Bintang saya hari ini:

⭐⭐⭐⭐

Saya merasa cukup puas dengan komunikasi produktif saya hari ini. 


Semoga besok dan kedepannya bisa lebih banyak poin komunikasi produktif yang dipraktikkan.